Author: Rispo

Pentingnya Memahami Frekuensi Hubungan Suami Istri yang Sehat

No Comments

Bagi pasangan suami istri, selalu memperhatikan kualitas hubungan merupakan tugas penting yang terkadang diabaikan. Menyadari akan frekuensi hubungan suami istri yang sehat mampu menjadi pegangan kuat dalam membangun keluarga harmonis dan bahagia.

Tentu setiap pasangan ini memiliki hubungan yang bisa bertahan lama, bukan? Terlebih sudah yakin satu sama lain sebagai pasangan yang berjodoh. Bukan hanya kehidupan seks, hubungan intim yang sehat antara suami istri juga melibatkan banyak hal lainnya.

Frekuensi Hubungan Suami Istri yang Sehat Seperti Apa?

Komunikasi berperan penting dalam mendapatkan hubungan yang sehat. Tidak sedikit pasangan merasa kurang bahagia akibat komunikasi kurang baik selama hidup berumah tangga. Baik bagi sang suami, maupun istri. Oleh karenanya wajib memahami sifat dan karakter dari pasangan.

Walau gambaran hubungan sehat pada pasangan suami istri tergantung masing-masing orang, tapi ada beberapa ciri yang bisa menjadi patokan.

Ciri hubungan suami istri yang sehat sebagai berikut:

  1. Tidak Keberatan untuk Menghabiskan Waktu Bersama

Setelah memutuskan menikah, terkadang ada pasangan yang justru merasa kurang nyaman karena keberatan untuk menghabiskan waktu bersama lebih banyak. Pastinya setiap orang membutuhkan ‘me time’ dan batasan privacy.

Namun ketika janji sudah diucapkan dan berkomitmen menjadi keluarga, tidak keberatan ketika harus lebih banyak habiskan waktu bersama pasangan merupakan satu hal wajib.

  1. Komunikasi Lancar dan Terbuka

Bukan hanya komunikasi mengenai berjalannya hubungan sebagai pasangan, komunikasi lancar dan terbuka mengenai hubungan seksual juga tidak kalah penting. Banyaknya hubungan suami istri normal berapa kali seminggu tergantung setiap pasangan.

Para ahli sendiri menyarankan untuk melakukan hubungan seksual minimal dua kali setiap minggu. Tetapi semuanya bisa dikomunikasikan dan kembali lagi dengan kondisi setiap pasangan, menyesuaikan waktu dan rutinitas harian.

  1. Tidak Ragu untuk Saling Percaya dan Utamakan Kejujuran

Ciri lainnya yaitu adanya perasaan tidak ragu dalam membangun rasa percaya satu sama lain. Mengutamakan kejujuran dalam menjalani hubungan akan menciptakan rasa percaya yang kuat. Bukan hanya percaya pada pasangan, tapi juga bisa membuat pasangan mempercayai kita.

Dalam rutinitas berhubungan seksual, banyak pasangan yang merasa bingung untuk mengaturnya. Khususnya saat sudah memiliki momongan. Rundingkan dengan pasangan dan carilah solusi terbaik.

Manfaat Berhubungan Intim Rutin bagi Suami Istri

Mengapa kualitas hubungan intim seksual begitu penting? Selain memenuhi kebutuhan psikologis, hal tersebut akan memberi banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, lho. Manfaat melakukan aktivitas seksual secara rutin bagi suami istri di antaranya:

  • Meningkatkan Fungsi Otak

Dengan melakukan aktivitas seksual, pertumbuhan sel baru pada organ otak pun meningkat. Kondisi ini mampu meminimalisir terjadinya peradangan di dalam otak.

  • Meningkatkan Kualitas Hidup

Menjadi kebutuhan umum setiap orang, mengaplikasikan jumlah ideal berhubungan seks sesuai usia akan membantu dalam meningkatkan kualitas hidup. Manfaat satu ini berhubungan dengan bagaimana rutinitas hubungan seks antar suami istri berperan

pada pola hidup sehat.

  • Menjalani Hubungan yang Harmonis

Manfaat lainnya yaitu menjadi bagian dari perjalanan hubungan suami istri yang harmonis. Sebab, menurunnya kualitas hubungan intim bagi suami istri menjadi salah satu lampu kuning yang mana menandakan hubungan tidak sedang dalam status baik-baik saja.Kelancaran komunikasi dan bisa saling percaya satu sama lain akan berpengaruh besar dalam frekuensi hubungan suami istri yang sehat baik secara fisik, maupun batin. Hal ini pun harus dipahami oleh pihak istri dan pihak suami, bukan hanya satu sisi saja.

Categories: Relationship

Darah Haid Menggumpal, Tanda Berbahaya?

No Comments
darah haid menggumpal pada wanita

Menstruasi merupakan hal yang lumrah terjadi pada wanita. Namun, tidak jarang menstruasi menjadi hal yang paling mengkhawatirkan jika terjadi ketidakbiasaan seperti darah haid menggumpal. Wanita kerap dibuat gelisah saat mengetahui darah haid menggumpal tidak seperti darah pada normalnya.

Apakah benar jika darah haid menggumpal berarti sedang terserang penyakit? Temukan jawaban tersebut di artikel ini.

Apa itu darah haid menggumpal?

Darah haid menggumpal adalah gumpalan darah haid yang berasal dari campuran jaringan lapisan rahim, sel darah, dan protein dalam darah. Darah yang menggumpal bukan berarti sedang terserang penyakit yang berbahaya. Jenis darah ini termasuk normal terjadi pada wanita.

Setiap wanita memiliki warna dan tekstur haid bervariasi, dari warna paling cerah hingga gelap. Darah yang menggumpal dan berwarna gelap biasa terjadi saat wanita haid di hari pertama dan sedang deras-derasnya. 

Akan tetapi, darah haid yang menggumpal juga merupakan tanda kondisi kesehatan wanita. Darah yang menggumpal terjadi karena adanya pembekuan darah yang merupakan bentuk alami cara kerja tubuh membentengi diri. Uniknya. gumpalan tersebut justru memiliki fungsi untuk mencegah darah keluar terlalu banyak. 

Kondisi kesehatan saat darah haid menggumpal

Saat haid berlangsung, sel endometrium pada lapisan rahim akan luruh dalam jumlah yang tinggi sehingga tubuh melepaskan protein koagulasi yang memulai terjadinya pembekuan darah dan menghasilkan gumpalan. 

Meski setiap wanita berbeda-beda, biasanya gumpalan haid terjadi pada awal haid diiringi dengan derasnya darah keluar selama dua hari. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika mengalami penggumpalan darah saat haid. 

Penyebab darah haid menggumpal

Darah haid yang menggumpal umumnya berbentuk gel berwarna merah terang hingga merah gelap. Gumpalan darah haid berukuran kecil dan hanya sesekali terjadi. 

Namun kamu perlu waspada jika gumpalan darah tidak seperti yang disebutkan sebelumnya. Gumpalan darah bisa menandakan penyakit berbahaya. Berikut adalah beberapa penyebab darah haid menggumpal yang tidak normal:

  • Keguguran
  • Hormon tidak seimbang
  • Adenomyosis 
  • Bekas luka caesar
  • Kanker rahim
  • Fibroid rahim
  • Endometriosis

Ciri-ciri darah haid menggumpal yang berbahaya

Berikut adalah ciri-ciri darah haid menggumpal yang berbahaya:

  • Ukuran gumpalan darah lebih besar
  • Jumlah gumpalan darah terlalu banyak
  • Nyeri perut yang ekstrim
  • Pendarahan dengan gumpalan haid lebih dari 7 hari
  • Pendarahan berlebihan dalam sehari sehingga harus ganti pembalut setiap jam
  • Pendarahan saat hamil

Cara mengobat idarah haid menggumpal

Jika kamu mengalami ciri-ciri di atas, kamu harus segera mengobatinya agar gejala tersebut tidak semakin parah. Di bawah ini cara-cara mengobati darah haid tidak normal:

  • Melakukan operasi

Sebelum melakukan metode ini, kamu harus memeriksakan diri pada dokter agar diberikan masukan yang sesuai dengan kondisimu. Biasanya metode ini disarankan jika kamu mengalami keguguran atau masalah persalinan. 

  • Kontrasepsi hormonal dan obat lainnya

Kontrasepsi hormonal dapat membantu melambatkan gerakan pertumbuhan fibroid dan perlengketan rahim lainnya. Tetapi, kamu wajib berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.