Author: Rispo

Ibu Baru, Kenali Berbagai Skincare Bayi Baru Lahir

No Comments

Skincare tidak hanya digunakan remaja atau orang dewasa yang ingin merawat kulit. Kenyataannya, skincare juga sudah dipakai sejak bayi. Skincare bayi baru lahir sudah dipakai sejak dulu kala, bahkan meskipun kamu tidak menyadarinya.

Apa yang dimaksud dengan skincare bayi baru lahir? Apakah bayi benar-benar membutuhkan perawatan kulit? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, kamu bisa menyimak artikel ini.

Skincare Bayi Baru Lahir

Apa saja skincare bayi baru lahir? Ada beberapa jenis skincare bayi yang mungkin sangat familiar bagimu. Produk-produk skincare untuk bayi itu ialah:

  • Sabun bayi

Sabun bayi biasanya terbuat dari bahan yang aman untuk kulit bayi. Sabun bayi baru lahir tidak menimbulkan iritasi dan umumnya cocok untuk kulit sensitif.

  • Sampo bayi

Bayi yang baru lahir harus diberi sampo yang aman untuk kulit kepala dan tidak pedih di mata. Sampo bayi ada juga yang digabung menjadi satu produk dengan sabun bayi.

  • Baby lotion

Seperti orang dewasa yang menggunakan lotion agar kulitnya tetap lembab, bayi juga membutuhkan hal yang sama. Lotion untuk bayi namanya baby lotion.

  • Baby oil

Tekstur baby oil lebih cair dan lengket daripada baby lotion, kurang lebih sama seperti skincare minyak zaitun. Bayi menggunakan baby oil untuk melembabkan kulit dan pijat.

  • Krim ruam popok

Krim ruam popok digunakan untuk mencegah ruam popok yang terjadi di sekitar daerah organ privat bayi.

  • Petroleum jelly

Manfaat petroleum jelly sama dengan krim ruam popok bayi. Gunakan petroleum jelly untuk melindungi area selangkangan dan bokong bayi yang bersentuhan dengan popok.

  • Bedak bayi

Saat ini anjuran memakai bedak bayi mulai ditinggalkan. Alasannya karena bedak bayi dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kelamin bayi. Jika kamu ingin memakaikan bedak pada bayi, hindari daerah wajah dan organ privat bayi.

Pentingnya Skincare Bayi Baru Lahir

Skincare yang diberikan pada bayi baru lahir punya banyak manfaat, yaitu:

  1. Menghindari ruam popok

Ruam popok adalah iritasi kulit yang terjadi di sekitar area popok bayi. Penyebab ruam popok salah satunya karena urin dan feses yang menumpuk di popok. Masalah kesehatan kulit pada bayi ini bisa ibu atasi dengan krim ruam popok dan petroleum jelly.

  1. Menghindari eksim

Eksim adalah ruam gatal yang biasanya muncul di wajah, siku, atau belakang lutut. Eksim bisa diatasi dengan meminimalisir produk berparfum dan bersulfat serta mengoleskan lotion jika kulit bayi kering.

  1. Mendekatkan diri dengan anak

Ternyata, skincare juga bisa mendekatkan diri dengan anak. Ketika kamu mengoleskan skincare pada bayi, kamu membentuk bonding dengannya. Bayi akan merasakan cinta kasih karena sentuhan tangan ibu. 

Cara Memilih Skincare Bayi Baru Lahir yang Terbaik untuk Anak

Kamu sebagai ibu tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak, termasuk juga dalam pemberian skincare. Namun, apakah kamu sudah tahu caranya?

Jika belum, inilah cara memilih produk perawatan kulit yang cocok untuk bayi:

  1. Mengenali skincare dengan kandungan berbahaya untuk bayi

Beberapa bahan dalam skincare tidak cocok untuk bayi. Misalnya parfum, pewarna, sulfat, phthalate, dan paraben.

Kandungan sulfat bisa mengeringkan kulit bayi dan membuatnya menjadi iritasi. Iritasi juga dapat terjadi jika bayi diberi skincare dengan kandungan parfum dan pewarna. Bahkan, fragrance pada skincare bayi baru lahir juga bisa menyebabkan masalah pernapasan.

Sementara itu, paraben bisa menyebabkan iritasi kulit serta gangguan hormon dan reproduksi. Phthalate tak kalah berbahayanya, karena bisa menyebabkan masalah reproduksi dan tumbuh kembang.

  1. Memilih skincare bayi yang terbuat dari bahan alami

Jauh lebih baik jika produk perawatan kulit yang kamu berikan untuk bayi terbuat dari bahan-bahan alami. 

Namun, sebelum itu pastikan kecocokan si buah hati. Sebab bayi yang sensitif terhadap bahan alami jumlahnya tidak sedikit. Terutama jika seseorang di keluargamu memiliki riwayat penyakit asma atau alergi.

  1. Memilih produk perawatan bayi yang hypoallergenic

Beberapa produk perawatan kulit untuk bayi memiliki label “hypoallergenic”. Hipoalergenik adalah label yang menyatakan bahwa skincare tersebut tidak atau hanya sedikit menyebabkan alergi.

Ibu, itulah beragam perlengkapan skincare bayi baru lahir. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagimu yang ingin mengetahui skincare bayi baru lahir dan memberikan yang terbaik untuk anak.

Pentingnya Memahami Frekuensi Hubungan Suami Istri yang Sehat

No Comments

Bagi pasangan suami istri, selalu memperhatikan kualitas hubungan merupakan tugas penting yang terkadang diabaikan. Menyadari akan frekuensi hubungan suami istri yang sehat mampu menjadi pegangan kuat dalam membangun keluarga harmonis dan bahagia.

Tentu setiap pasangan ini memiliki hubungan yang bisa bertahan lama, bukan? Terlebih sudah yakin satu sama lain sebagai pasangan yang berjodoh. Bukan hanya kehidupan seks, hubungan intim yang sehat antara suami istri juga melibatkan banyak hal lainnya.

Frekuensi Hubungan Suami Istri yang Sehat Seperti Apa?

Komunikasi berperan penting dalam mendapatkan hubungan yang sehat. Tidak sedikit pasangan merasa kurang bahagia akibat komunikasi kurang baik selama hidup berumah tangga. Baik bagi sang suami, maupun istri. Oleh karenanya wajib memahami sifat dan karakter dari pasangan.

Walau gambaran hubungan sehat pada pasangan suami istri tergantung masing-masing orang, tapi ada beberapa ciri yang bisa menjadi patokan.

Ciri hubungan suami istri yang sehat sebagai berikut:

  1. Tidak Keberatan untuk Menghabiskan Waktu Bersama

Setelah memutuskan menikah, terkadang ada pasangan yang justru merasa kurang nyaman karena keberatan untuk menghabiskan waktu bersama lebih banyak. Pastinya setiap orang membutuhkan ‘me time’ dan batasan privacy.

Namun ketika janji sudah diucapkan dan berkomitmen menjadi keluarga, tidak keberatan ketika harus lebih banyak habiskan waktu bersama pasangan merupakan satu hal wajib.

  1. Komunikasi Lancar dan Terbuka

Bukan hanya komunikasi mengenai berjalannya hubungan sebagai pasangan, komunikasi lancar dan terbuka mengenai hubungan seksual juga tidak kalah penting. Banyaknya hubungan suami istri normal berapa kali seminggu tergantung setiap pasangan.

Para ahli sendiri menyarankan untuk melakukan hubungan seksual minimal dua kali setiap minggu. Tetapi semuanya bisa dikomunikasikan dan kembali lagi dengan kondisi setiap pasangan, menyesuaikan waktu dan rutinitas harian.

  1. Tidak Ragu untuk Saling Percaya dan Utamakan Kejujuran

Ciri lainnya yaitu adanya perasaan tidak ragu dalam membangun rasa percaya satu sama lain. Mengutamakan kejujuran dalam menjalani hubungan akan menciptakan rasa percaya yang kuat. Bukan hanya percaya pada pasangan, tapi juga bisa membuat pasangan mempercayai kita.

Dalam rutinitas berhubungan seksual, banyak pasangan yang merasa bingung untuk mengaturnya. Khususnya saat sudah memiliki momongan. Rundingkan dengan pasangan dan carilah solusi terbaik.

Manfaat Berhubungan Intim Rutin bagi Suami Istri

Mengapa kualitas hubungan intim seksual begitu penting? Selain memenuhi kebutuhan psikologis, hal tersebut akan memberi banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, lho. Manfaat melakukan aktivitas seksual secara rutin bagi suami istri di antaranya:

  • Meningkatkan Fungsi Otak

Dengan melakukan aktivitas seksual, pertumbuhan sel baru pada organ otak pun meningkat. Kondisi ini mampu meminimalisir terjadinya peradangan di dalam otak.

  • Meningkatkan Kualitas Hidup

Menjadi kebutuhan umum setiap orang, mengaplikasikan jumlah ideal berhubungan seks sesuai usia akan membantu dalam meningkatkan kualitas hidup. Manfaat satu ini berhubungan dengan bagaimana rutinitas hubungan seks antar suami istri berperan

pada pola hidup sehat.

  • Menjalani Hubungan yang Harmonis

Manfaat lainnya yaitu menjadi bagian dari perjalanan hubungan suami istri yang harmonis. Sebab, menurunnya kualitas hubungan intim bagi suami istri menjadi salah satu lampu kuning yang mana menandakan hubungan tidak sedang dalam status baik-baik saja.Kelancaran komunikasi dan bisa saling percaya satu sama lain akan berpengaruh besar dalam frekuensi hubungan suami istri yang sehat baik secara fisik, maupun batin. Hal ini pun harus dipahami oleh pihak istri dan pihak suami, bukan hanya satu sisi saja.

Categories: Relationship

Darah Haid Menggumpal, Tanda Berbahaya?

No Comments
darah haid menggumpal pada wanita

Menstruasi merupakan hal yang lumrah terjadi pada wanita. Namun, tidak jarang menstruasi menjadi hal yang paling mengkhawatirkan jika terjadi ketidakbiasaan seperti darah haid menggumpal. Wanita kerap dibuat gelisah saat mengetahui darah haid menggumpal tidak seperti darah pada normalnya.

Apakah benar jika darah haid menggumpal berarti sedang terserang penyakit? Temukan jawaban tersebut di artikel ini.

Apa itu darah haid menggumpal?

Darah haid menggumpal adalah gumpalan darah haid yang berasal dari campuran jaringan lapisan rahim, sel darah, dan protein dalam darah. Darah yang menggumpal bukan berarti sedang terserang penyakit yang berbahaya. Jenis darah ini termasuk normal terjadi pada wanita.

Setiap wanita memiliki warna dan tekstur haid bervariasi, dari warna paling cerah hingga gelap. Darah yang menggumpal dan berwarna gelap biasa terjadi saat wanita haid di hari pertama dan sedang deras-derasnya. 

Akan tetapi, darah haid yang menggumpal juga merupakan tanda kondisi kesehatan wanita. Darah yang menggumpal terjadi karena adanya pembekuan darah yang merupakan bentuk alami cara kerja tubuh membentengi diri. Uniknya. gumpalan tersebut justru memiliki fungsi untuk mencegah darah keluar terlalu banyak. 

Kondisi kesehatan saat darah haid menggumpal

Saat haid berlangsung, sel endometrium pada lapisan rahim akan luruh dalam jumlah yang tinggi sehingga tubuh melepaskan protein koagulasi yang memulai terjadinya pembekuan darah dan menghasilkan gumpalan. 

Meski setiap wanita berbeda-beda, biasanya gumpalan haid terjadi pada awal haid diiringi dengan derasnya darah keluar selama dua hari. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika mengalami penggumpalan darah saat haid. 

Penyebab darah haid menggumpal

Darah haid yang menggumpal umumnya berbentuk gel berwarna merah terang hingga merah gelap. Gumpalan darah haid berukuran kecil dan hanya sesekali terjadi. 

Namun kamu perlu waspada jika gumpalan darah tidak seperti yang disebutkan sebelumnya. Gumpalan darah bisa menandakan penyakit berbahaya. Berikut adalah beberapa penyebab darah haid menggumpal yang tidak normal:

  • Keguguran
  • Hormon tidak seimbang
  • Adenomyosis 
  • Bekas luka caesar
  • Kanker rahim
  • Fibroid rahim
  • Endometriosis

Ciri-ciri darah haid menggumpal yang berbahaya

Berikut adalah ciri-ciri darah haid menggumpal yang berbahaya:

  • Ukuran gumpalan darah lebih besar
  • Jumlah gumpalan darah terlalu banyak
  • Nyeri perut yang ekstrim
  • Pendarahan dengan gumpalan haid lebih dari 7 hari
  • Pendarahan berlebihan dalam sehari sehingga harus ganti pembalut setiap jam
  • Pendarahan saat hamil

Cara mengobat idarah haid menggumpal

Jika kamu mengalami ciri-ciri di atas, kamu harus segera mengobatinya agar gejala tersebut tidak semakin parah. Di bawah ini cara-cara mengobati darah haid tidak normal:

  • Melakukan operasi

Sebelum melakukan metode ini, kamu harus memeriksakan diri pada dokter agar diberikan masukan yang sesuai dengan kondisimu. Biasanya metode ini disarankan jika kamu mengalami keguguran atau masalah persalinan. 

  • Kontrasepsi hormonal dan obat lainnya

Kontrasepsi hormonal dapat membantu melambatkan gerakan pertumbuhan fibroid dan perlengketan rahim lainnya. Tetapi, kamu wajib berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.